Thursday, 26 June 2014

Sweet Xcape

Dari kota ke desa,
dari Haji Lane penuh warna, chef yang sedang beristirahat, sudut-sudut Universal Studio hingga ke Festival Laskar Pelangi 2014, kapal kayu, tari Pendulang Timah dan pulau Babi.
Saya rasa saya mendapat partner in crime yang sesuai dengan jiwa petualang saya...
Dengan kamera 20MP, Sony Xperia Z2 memuaskan hasrat saya setiap mengambil gambar dengan smartphone ini.
"Kok keren banget warnanya?"
"Kok lo bawa ke laut sih?"
"Anjir, kece banget hape lo!"
Begitu kata mereka...

Buat saya mengabadikan momen kehidupan dengan detail yang sangat jernih, menjadi salah satu kepuasan tersendiri saat ingin mewartakan kegembiraan tersebut.
So yes, I have an awesome companion =)

Ini dia, kompilasi perjalanan saya, mengabadikan apa yang menarik di mata saya selama di Singapura dan Belitong, Indonesia, dengan menggunakan Sony Xperia Z2. 

COLORFUL SINGAPORE



 MAGICAL INDONESIA, BELITONG ISLAND








Thursday, 27 March 2014

BALISPIRIT FESTIVAL 2014


Selamat datang di Balispirit Festival 2014, dimana saya menemukan kedamaian, cinta, kasih, senyum, tawa dan kebahagiaan. Setelah puas 'umroh' tahun lalu di acara ini, tahun ini saya memilih untuk lebih banyak mengambil gambar di balik segala postur yoga nan sulit (buat saya), di balik dansa hingga mencoba berbagai makanan organik dan raw food.

Balispirit Festival kali ini berlangsung dari 19-23 Maret dengan lokasi yang sama, yaitu Bali Purnati Center for the Arts untuk festival yoga selama lima hari, dan Agung Rai Museum of Art (ARMA) untuk One World Stage Concert di tiga malam terakhir. Kedatangan saya kesini, sekaligus dalam rangka merayakan hari jadi pernikahan saya yang keenam, jadi bisa dibilang, sangat spesial =)

Tahun lalu saya banyak mengambil gambar selama konser (karena liputan untuk Rolling Stone Indonesia), namun kali ini saya banyak mengambil dari sisi Purnati, dimana jika ingin benar-benar merasakan esensi dari Balispirit, adalah disini. Sebelum Anda tersenyum, menyapa, berdansa, berpelukan dan membebaskan diri di konser malam, maka Anda dapat menemukan inner peace bersama mereka yang datang ke Purnati.

Saya pun tidak luput menyambangi Sacred Scoop milik salah satu kenalan saya saat di festival tahun lalu, Jonathan, serta booth milik para pelajar dari Green School Bali yang menjual kaus Balispirit, hasil desain dari senior sekolah tersebut.

Inilah festival tanpa nanny berseragam berkeliaran menunggui nyonyanya, tanpa tongsis (kecuali orang Indonesia pecinta selfie), tanpa rasa benci dan egois.
Inilah festival tanpa terlalu banyak gadget terangkat ke atas saat konser musik berjalan, festival tanpa pamer, dan tentunya tanpa kelibat hipster mainstream.
Inilah festival penuh energi positif, cinta kasih dan memandang bahwa semua manusia sama, apapun kepercayaannya.