Thursday, 18 September 2014

WHAT'S YOUR #GOAHEADMOMENT

 Yes it's a project. One cool project!

Pada suatu hari saya diajak oleh GoAheadPeople.com untuk mengerjakan sebuah proyek Go Ahead Challenge yang menarik, berkaitan dengan Style. "Iya, proyek ini untuk online dan media sosial," kata mereka. Saya segera menyetujuinya, dengan ide bisa mengajak siapa saja yang tertarik dengan profesi seperti saya, yaitu pengarah gaya, untuk membuat sebuah pemotretan mode.

Lewat aplikasi Instagram, kontes yang bertajuk #goaheadmoment edisi Style pun berlangsung selama dua minggu pada akhir Agustus lalu, dimana seorang perempuan muda, Lulut Marganingtyas saya pilih sebagai pemenang kontes karena bakat dan kecintaannya terhadap mode sangat terlihat.

Tidak lama bagi saya, Lulut dan Kay Mori--fotografer--untuk menyatukan ide konsep pemotretan. Lulut memilih model, penata rias dan rambut, hingga tentu saja, pakaian seperti apa yang diangkat. Jika diingat kembali, cukup menarik juga bagaimana Ia meminta masukan dari saya sebagai mentor, tapi yang bisa saya berikan hanya sedikit, karena Lulut sendiri sudah memiliki 'jiwa' mode dalam dirinya.

Dengan penata rias andal, Annisaa Caca dan model prefesional, Vien Febrina, pemotretan berlangsung sangat lancar dalam waktu kurang dari empat jam! berkat tangan dingin Kay Mori, inilah hasil foto dari penataan yang disusun oleh Lulut sendiri.

Jika Lulut saja bisa, mengapa kamu tidak? coba intip http://www.goaheadpeople.com untuk melirik proyek apa lagi yang akan berlangsung dan bisa kamu ikuti. Tahun ini kesempatan ke Paris bersama Tex Saverio sudah diraih oleh Stephanus Sylvester Suwandi and I.G. Raditya Bramantya. Kira-kira tahun depan program Go Ahead Challenge yang diadakan oleh Sampoerna ini, akan kemana lagi ya?








 
* 1st look : Jvstify flowery jacket, Lulu Lutfi Labibi transparent skirt, etclo flowery sneakers
* 2nd look : Mango faux fur jacket, Volare printed top, Lulu Lutfi Labibi skirt, Vans sneakers
* 3rd look : faux fur shawl (stylist’s own), Lulu Lutfi Labibi transparent shirt
* 4th look : Carhartt beanie, Asos cut-out jumpsuit, faux fur jacket (stylist’s own), Vans sneakers
* 5th look : Limkokwing Fashion Club jacket, Alexalexa tee, Lulu Lutfi Labibi pants, New Look heels
* 6th look : H&M knitted top, Alexalexa skirt, River Island sneakers
* 7th look : Lulu Lutfi Labibi flowery jacket

Thursday, 26 June 2014

Sweet Xcape

Dari kota ke desa,
dari Haji Lane penuh warna, chef yang sedang beristirahat, sudut-sudut Universal Studio hingga ke Festival Laskar Pelangi 2014, kapal kayu, tari Pendulang Timah dan pulau Babi.
Saya rasa saya mendapat partner in crime yang sesuai dengan jiwa petualang saya...
Dengan kamera 20MP, Sony Xperia Z2 memuaskan hasrat saya setiap mengambil gambar dengan smartphone ini.
"Kok keren banget warnanya?"
"Kok lo bawa ke laut sih?"
"Anjir, kece banget hape lo!"
Begitu kata mereka...

Buat saya mengabadikan momen kehidupan dengan detail yang sangat jernih, menjadi salah satu kepuasan tersendiri saat ingin mewartakan kegembiraan tersebut.
So yes, I have an awesome companion =)

Ini dia, kompilasi perjalanan saya, mengabadikan apa yang menarik di mata saya selama di Singapura dan Belitong, Indonesia, dengan menggunakan Sony Xperia Z2. 

COLORFUL SINGAPORE



 MAGICAL INDONESIA, BELITONG ISLAND








Thursday, 27 March 2014

BALISPIRIT FESTIVAL 2014


Selamat datang di Balispirit Festival 2014, dimana saya menemukan kedamaian, cinta, kasih, senyum, tawa dan kebahagiaan. Setelah puas 'umroh' tahun lalu di acara ini, tahun ini saya memilih untuk lebih banyak mengambil gambar di balik segala postur yoga nan sulit (buat saya), di balik dansa hingga mencoba berbagai makanan organik dan raw food.

Balispirit Festival kali ini berlangsung dari 19-23 Maret dengan lokasi yang sama, yaitu Bali Purnati Center for the Arts untuk festival yoga selama lima hari, dan Agung Rai Museum of Art (ARMA) untuk One World Stage Concert di tiga malam terakhir. Kedatangan saya kesini, sekaligus dalam rangka merayakan hari jadi pernikahan saya yang keenam, jadi bisa dibilang, sangat spesial =)

Tahun lalu saya banyak mengambil gambar selama konser (karena liputan untuk Rolling Stone Indonesia), namun kali ini saya banyak mengambil dari sisi Purnati, dimana jika ingin benar-benar merasakan esensi dari Balispirit, adalah disini. Sebelum Anda tersenyum, menyapa, berdansa, berpelukan dan membebaskan diri di konser malam, maka Anda dapat menemukan inner peace bersama mereka yang datang ke Purnati.

Saya pun tidak luput menyambangi Sacred Scoop milik salah satu kenalan saya saat di festival tahun lalu, Jonathan, serta booth milik para pelajar dari Green School Bali yang menjual kaus Balispirit, hasil desain dari senior sekolah tersebut.

Inilah festival tanpa nanny berseragam berkeliaran menunggui nyonyanya, tanpa tongsis (kecuali orang Indonesia pecinta selfie), tanpa rasa benci dan egois.
Inilah festival tanpa terlalu banyak gadget terangkat ke atas saat konser musik berjalan, festival tanpa pamer, dan tentunya tanpa kelibat hipster mainstream.
Inilah festival penuh energi positif, cinta kasih dan memandang bahwa semua manusia sama, apapun kepercayaannya.